Artikel

Penjelasan Tentang Umroh

Penjelasan tentang umrohBerikut adalah penjelasan segala hal yang berhubungan dengan Umroh,semoga bermanfaat dan semoga Allah menerima Ibadah Umroh kita

Definisi Umroh

Umroh diambil dari kata “I’timar” yang berarti “Ziarah” (berkunjung). Namun yang dimaksud dengan kata “Umroh” di sini adalah mengunjungi kabah, thawaf, sa’i antara shafa dan marwah, dan mencukur atau menggunting rambut. Para ulama sepakat menyatakan bahwa Umroh adalah sesuatu yang disyariatkan. Abu Hurairah menuturkan, “Rasulullah Saw. bersabda, ‘Umroh yang satu dengan Umroh yang lain adalah penghapus dosa yang ada di antara keduanya, dan pahala haji mabrur adalah surga.”[i]

Rukun-rukun Umroh

Para ulama mengatakan bahwa rukun Umroh ada tiga, yaitu ihram, thawaf, dan sa’i. Kewajiban-kewajiban Umroh ada dua, yaitu melakukan ihram dari miqat dan mencukur atau memendekkan rambut. Sedangkan kegiatan lainnya adalah sunnah.[ii]

Melakukan Umroh Lebih dari Sekali

Abdullah bin Umar melakukan Umroh dua kali setiap tahun selama bertahun-tahun di zaman Ibnu Zubair. Ini adalah pendapat yang dipegang mayoritas ulama, namun Malik memakruhkan pelaksanaannya lebih dari sekali dalam setahun.[iii]

Umroh Sebelum Haji dan pada Bulan-bulan Haji

Seseorang diperbolehkan mengerjakan Umroh di bulan-bulan haji sekalipun dia tidak mengerjakan ibadah haji, karena Umar r.a telah mengerjakan Umroh di bulan Syawal dan langsung pulang ke Madinah tanpa mengerjakan haji. Seseorang juga diizinkan untuk mengerjakan Umroh walaupun dia belum pernah melaksanakan haji.[iv]

Jumlah Umroh Nabi

Ibnu Abbas r.a. menuturkan, “Rasulullah Saw melakukan Umroh sebanyak empat kali: Umroh hudaibiyah, Umroh qadha’, Umroh dari Ji’irinah, dan Umroh yang beliau kerjakan bersama haji.” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah dengan sanad yang para perawinya adalah perawi yang terpercaya).[v]

Hukum Umroh

Mazhab Hanafi dan mazhab Maliki mengatakan bahwa hukum Umroh adalah sunah. Sedangkan menurut mazhab Syafi’I dan mazhab Hambali hukumnya adalah wajib. Hal ini didasarkan pada firman Allah Swt:

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan Umroh karena Allah.” (QS. Al-Baqarah: 196)

Dalam ayat ini, Umroh telah disamakan dengan haji yang hukumnya wajib. Namun, pandapat pertama (bahwa Umroh hukumnya sunah) lebih unggul.[vi]

Sebagian ulama yang lain memilah-milah antara penduduk Mekah dan selain penduduk Mekah. Mereka berpendapat bahwa Umroh diwajibkan atas penduduk Mekah dan tidak diwajibkan atas selain penduduk Mekah. Adapun bagi yang berpendapat bahwa hukum Umroh adalah wajib, akan tetapi kewajibannya tidak sebesar haji, karena kewajiban haji ialah kewajiban yang ditekankan dikarenakan haji merupakan salah satu di antara rukun Islam, berbeda dengan Umroh.[vii]

Waktu Umroh

Mayoritas ulama berpendapat, waktu Umroh adalah seluruh hari yang ada, sehingga bisa dikerjakan kapan saja. Namun, Abu Hanifah memakruhkan pelaksanaanya pada lima hari; hari Arafah, hari raya Idul Adha, dan tiga hari tasyrik. Dan waktu terbaiknya adalah pada bulan Ramadhan.

Miqat Umroh

Orang yang akan mengerjakan Umroh memiliki dua kemungkinan; ada di luar miqat haji yang telah disebutkan, atau ada di dalamnya. Jika ia ada di luarnya, ia tidak boleh melewatinya tanpa ihram. Tapi bila ia ada di dalamnya, miqat Umrohnya adalah tanah Halal sekalipun ia tinggal di Tanah Haram.[viii]


[i] Sulaiman Al-Faifi. Mukhtashar Fiqih Sunnah Sayyid Sabiq. (Solo: Aqwam, 2010). hlm. 397.

[ii] Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar. Fiqih Ibadah: Kumpulan Fatwa Lengkap Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. (Surakarta: Media Zikir, 2010). hlm. 466.

[iii] Ibid.

[iv] Ibid.

[v] Ibid. hlm 397-398.

[vi] Ibid. hlm. 398

[vii] Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar. Op.Cit. hlm. 434.

[viii] Ibid.

Sumber : www.berhaji.com


2 Comments

    Leave a Comment

     

    — required *

    — required *