Artikel

Beginilah Canda dan Kelakar Nabi Muhammad SAW

Bagaimanakah canda dan kelakar yang dituntunkan oleh Junjungan Nabi Muhammad SAW? Walaupun beliau selalu berbicara dengan penuh makna, dengan fasihah, dengan tenang, dengan penuh wibawa dan dengan senyum,beliau kadang juga bercanda dan berkelakar dengan sahabat-sahabatnya dengan tujuan untuk membuat suasana makin akrab, hangat, dan segar.

Rasulullah tak segan-segan melakukannya sepanjang itu tak mengabaikan hal-hal yang mendasar. Kelakar dan canda beliau bukanlah kelakar kosong. Sama seperti halnya dalam pembicaraan lainnya, kelakar beliau pun mengandung hikmah positif bagi sahabat-sahabatnya.

Seperti suatu ketika, salah seorang sahabat beliau bertanya, “Ya Rasulullah, (Maaf) apakah Anda bergurau?”  Spontan beliau menjawab, “Aku memang bergurau, akan tetapi apa yang aku ucapkan itu benar adanya.” (Syamail al-Tirmidzi).

Diriwayatkan, seorang pria datang kepada Rasulullah SAW untuk meminta tunggangan. Kata beliau, “Aku akan membawakan untuk kamu seekor anak unta.” Pria tersebut mengira Rasulullah SAW akan memberinya seekor anak unta yang kecil dan lemah. Dia pun berujar, “Kok, anak unta ya Rasulullah ? Apa yang bisa kulakukan dengan anak unta yang kecil dan lemah?” Sambil tersenyum, Rasulullah SAW bertanya, “Memangnya ada unta yang tidak ada induknya?” Kemudian, dia berpikir, benar juga? Unta dewasa pun sejatinya anak dari induknya. Maka, sahabat itu pun tersipu.

Riwayat lainnya dikabarkan seorang pria badui yang tak rupawan bernama Zahir rajin berjualan. Suatu hari, ketika dia tengah berjualan, seseorang mendekapnya dari belakang. “Lepaskan aku! Siapa ini?” kata Zahir sambil menoleh. Mengetahui yang mencandainya adalah Rasulullah, dia pun berusaha menempelkan punggungnya ke dada beliau. Rasulullah SAW kemudian berkata, “Siapa yang hendak membeli budak?” “Kalau begitu, aku tidak laku dong, wahai Rasulullah?” Kata beliau, “Bukan begitu. Kamu laku di sisi Allah.”

Diriwayatkan pula, suatu ketika seorang wanita mendatangi Rasulullah. Dia berkata, “Suamiku mengundang engkau, wahai Rasulullah.” Kata beliau, “Siapa namanya? Apakah, dia yang di kedua matanya ada putihnya?” Maka, respons Rasulullah tersebut sempat mengejutkan si wanita, “Apakah engkau pernah melihat suamiku?” tanyanya polos. Lalu dengan enteng Rasulullah mengatakan, “Memang ada mata yang tidak ada putihnya?”

Rasulullah SAW juga diriwayatkan pernah mencandai Anas RA dengan panggilan, “Hai, orang yang punya dua telinga!” . Beliau juga kerap bermain dan  mencandai anak-anak. Di antara caranya dengan memegangnya dari belakang. Hal tersebut dilakukan karena beliau mencintai dan menyayangi anak-anak.

Rasulullah SAW suka bergurau dan melucu dengan para bocah. Seperti yang  Rasul perbuat terhadap  Hasan dan  Husain cucu Beliau yang sudah dikenal luas. Terhadap dua bocah tersebut beliau junjung, beliau cium, dan beliau biarkan menaiki punggungnya saat shalat.

Beliau juga sering melucu dengan istrinya Aisyah RA, bahkan suatu saat beliau tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya. Maka, bila anda hendak berkelakar, berkelakarlah secara wajar dan cerdas. Jangan berkelakar secara berlebihan. Apalagi, bertolak belakang dengan tuntunan al-Islam yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.


No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Comment

 

— required *

— required *