Artikel

Penjelasan Tentang Ihram, Adab dan Tata Tertib Ber-Ihram

Tata cara ber ihram

Bagi anda yang melaksanakan umroh maupun haji,tentu akan melaksanakan yang namanya Ihram, agar pelaksanaannya sempurna dan mendapat pahala serta ridho ALLAH SWT,maka berikut Penjelasan tentang Ihram serta adab dan tata tertib ber ihram

Definisi “ihram” adalah niat mengerjakan salah satu “nusuk” (ibadah), yaitu ibadah haji atau umrah, atau niat melaksanakan keduanya sekaligus (bersamaan). Ihram itu adalah salah satu dari rukun-rukun haji. Tidak sepantasnya ber-ihram untuk haji kecuali pada musim haji berdasarkan filrman Allah SWT. Yang artinya: “Musim haji itu adadlah beberapa bulan yang telah dimaklumi. (Al-Baqarah: 197). Musim haji ialah pada bulan Syawal, Zulkaidah dan sepuluh hari pertama pada bulan Zulhijjah.
Ihram adalah niat yang dilakukan pada tempat atau waktu yang telah ditentukan (miqat zamani dan miqat makani).

Pakaian Ihram merupakan pakaian wajib kaum muslimin yang hendak melaksanakan Ibadah haji maupun Umrah. Pakaian Ihram adalah pakaian putih yang yang disebut juga pakaian suci, pakaian ini tidak boleh dijahit. cara pemakaiannya dililitkan kesekeliling tubuh (jama’ah pria).

Mengenakan pakaian Ihram merupakan tanda ibadah Haji atau Umrah dimulai. Pada saat ini talbiyah diucapkan dengan Lafaz : Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaik laa syarikka laka labbaik, Innal haamda wanni’mata laka wal mulk Laa syariika laka. artinya : Aku datang memenuhi panggilanMu ya Allah, Aku datang memenuhi panggilanMu, Tidak ada sekutu bagiNya,Ya Allah aku penuhi panggilanMu. Sesungguhnya segala puji dan kebesaran untukMu semata-mata. Segenap kerajaan untukMu. Tidak ada sekutu bagiMu

 1. Bersih.

Dapat dilakukan dengan memeotong kuku, memendekkan kumis, berwudhu atau lebih utama mandi, menyisir jenggot dan rambut.

Berkata Ibnu ‘Umar r.a. yang artinya:

“Diantara yang termasuk sunnah ialah mandi bila hendak memesuki kota Mekkah.” (Diriwayatkan oleh Bazar dan Daruqutni, juga oleh Hakim yang menyatakan sahihnya)

2. Meninggalkan semua pakaian yang dijahit.

Pakain ihram, yaitu rida’ atau selubung buat menutupi tubuhnya bagian atas kecuali kepala, dan izar atau sarung untuk yang separuh lagi, yaitu bagian bawah. Dan hendaklah keduanya itu berwarna putih karena pakaina putih lebih disukai oleh Allah Ta’ala. Diterima dari Ibnu ‘Abbas r.a.:

”Rasulullah saw. berangkat dari Madinah setelah ia menyisir rambut dan memekai minyak harum serta mengenakan kain sarung dan kain selubungnya. Hal Ini dilakukan oleh nabi sendiri, juga oleh para sahabatnya “
(Sampai akhir hadits yang diriayatkan oleh Bukhari)

3. Memakai Minyak Wangi

Memakai minyak wangi baik pada tubuh maupun pada belahan rambut serta pakaian, walau akan tinggal bekasnya setelah ihram itu.

Diterima dari Aisyah r.a katanya:

“Rasanya saya akan melihat kilatan minyak wangi pada belahan rambut Rasulullah saw. di waktu ia sedang ihram.”
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Juga hadits lain

“Dari ‘Aisyah ia berkata “Saya biasa menggosokkan minyak wangi kepada Rasulullah saw. ketika ihram sebelum melakukan ihram itu, juga ketika tahallul sebelum ia thawaf di Ka’bah.””
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

4. Shalat dua rakaat dengan niat sunat Ihram

Shalat dua raka’at dengan niat sunat ihram. Pada raka’at pertama setelah Al-fatihah hendaklah membaca surat Al-Kafirun dan pada raka’at kedua setelah Al-fatihah membaca surat Al-Ikhlas

Demikian tata tertib memakai pakaian ihram, semoga Allah menjadikan kita orang yang bertaqwa dengan selalu menjaga adab adab dimanapun kita berada


No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Comment

 

— required *

— required *