Artikel

7,5 Juta Paket Buka Puasa Di Masjidil Haram selama Bulan puasa

Berbuka puasa di tanah suci sungguh memberikan pengalaman yang tidak akan dilupakan sepanjang hidup kita. Berikut salah satu ke istimewaanya

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH — Para dermawan akan membagikan lebih dari 7,5 juta paket buka puasa (iftar) untuk para jamaah di Masjidil Haram selama Ramadhan.

Pejabat terkait dalam distribusi itu mengatakan, setidaknya ada 250 ribu paket buka puasa yang dibagikan setiap hari.

“Sebanyak 80 ribu di antaranya dibagikan di halaman utara dan 70 ribu lainnya di sisi selatan,” ujarnya seperti dikutip Arab News, Selasa (1/7).

Kemudian, paket iftar juga didistribuskan di halaman Azza dan Shamiya antara 90 ribu dan 120 ribu. Tak sedikit para pemuda di Saudi yang terlibat dalam pembagian paket tersebut.

Pusat Distribusi Amal Makkah mengatakan, mereka membagikan 90 ribu paket makanan di dalam masjid dan 120 ribu untuk jamaah di halaman. “Kita dibantu oleh 120 pekerja,” ujar Abdullah al-Nafie, direktur lembaga amal.

Dia menambahkan, para pekerja tersebut telah mendapat pelatihan sebelumnnya. Mohammel Ali, salah seorang relawan, mengaku bangga terlibat dalam distribusi paket buka puasa itu.

“Saya datang ke Masjidil Haram bersama teman setelah Ashar. Kami melakukan ini hanya untuk mendapat penghargaan dari Allah.”

Abdul Wahid al-Qurashi, sukarelawan lain, mengatakan, dia telah berpartisipasi membagikan paket makanan itu sejak beberapa tahun yang lalu. “Ini merupakan operasi besar. Butuh banyak bantuan sukarelawan,” ujarnya.

Selama Ramadhan, banyak jamaah dari berbagai negara yang datang ke Masjidil Haram. Selain mengatur buka puasa bersama, pengelola Masjidil Haram pun terus meningkatkan fasilitas para jamaah yang beribadah di kiblat umat Islam ini.

Salah satu fasilitas terbaru, yakni menyediakan terjemahan ataupun ringkasan tafsir ayat Alquran pada shalat Tarawih dengan beragam bahasa. Seperti dikutip Arab News, Senin (30/6), fasilitas tersebut disediakan untuk meningkatkan dan memberikan kenyamanan jamaah dalam beribadah di Masjidil Haram. Pasalnya, tak sedikit jamaah berasal dari negara Asia.

“Kami telah menyediakan terjemahan dan ringkasan singkat serta bacaan-bacaan ayat Tarawih ke dalam beberapa bahasa, seperti Urdu, Inggris, Prancis, dan Melayu. Hal itu difasilitasi untuk para jamaah setelah melaksanakan Tarawih,” ujar Walid al-Saqabi, manajer Layanan Terjemahan Masjidil Haram.

Ia menambahkan, terjemahan tafsir Alquran dalam beberapa bahasa tersedia di dekat Gerbang Raja Fahd dan akan mulai digunakan setiap setelah shalat Tarawih. Otoritas di Masjidil Haram juga memperluas terjemahan Alquran menjadi 72 bahasa saat menjelang Ramadhan.

Tak hanya itu, pengelola Masjidil Haram juga memberikan perhatian khusus bagi jamaah lanjut usia maupun jamaah yang sedang sakit. Otoritas setempat menyediakan kursi roda untuk di dalam Masjidil Haram.

Mashleh al-Mahmadi, manajer Kursi Roda Masjidil Haram, mengatakan, Masjidil Haram telah menyediakan 10.500 kursi roda untuk jamaah yang membutuhkan.

Rencananya, tahun ini akan dilakukan uji coba 200 kursi roda yang dioperasikan secara elektrik. Apabila uji coba tersebut berhasil, akan ditambahkan 500 kursi roda elektrik yang bisa disewa oleh para jamaah di Masjidil Haram.

Para jamaah yang ingin menyewanya harus memiliki izin dan identitas dengan menggunakan identifikasi barcode yang terdapat pada foto mereka.

“Penggunaan sistem barcode akan memudahkan pengurus untuk melacak pengguna kursi roda selama di Masjidil Haram guna mengantisipasi apabila terjadi pelanggaran dalam bentuk apa pun.”

Pengurus Masjidil Haram telah menempatkan penyewaan kursi roda gratis untuk tiga lokasi di bagian timur Masjidil Haram, di sekitar daerah menuju Ajyad.


No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Comment

 

— required *

— required *